Penyebab infertilitas pada laki-laki
Produksi, mobilitas, dan morfologi sperma, varikokel: penyebab infertilitas pada laki-laki yang telah terdokumentasi, serta paparan sehari-hari yang paling sering disebutkan.
Kelainan produksi sperma
Oligospermia mengacu pada konsentrasi sperma yang lebih rendah dari nilai acuan; azoospermia berarti tidak ada sperma sama sekali dalam ejakulat. Penyebabnya bisa bersifat hormonal, genetik, obstruktif (sumbatan), infeksi, atau terkait riwayat tertentu (testis tidak turun, kemoterapi, radioterapi).
Parameter ini diukur melalui spermogram (analisis sperma), yang diresepkan dan diinterpretasikan oleh dokter. Satu hasil pemeriksaan saja tidak cukup untuk menarik kesimpulan.
Kelainan mobilitas dan morfologi
Astenospermia adalah kondisi mobilitas sperma yang kurang memadai, sementara teratospermia adalah proporsi tinggi sperma dengan bentuk tidak normal. Kelainan ini dapat terjadi bersamaan dengan konsentrasi sperma yang normal dan tetap mengganggu proses pembuahan.
Varikokel
Varikokel adalah pelebaran pembuluh vena pada tali sperma (funikulus spermatikus). Kondisi ini cukup umum dan pada sebagian kasus terkait dengan gangguan parameter sperma, kemungkinan disebabkan oleh peningkatan suhu testis dan stres oksidatif. Penanganannya didiskusikan kasus per kasus.
Faktor paparan yang dapat diubah
Spermatogenesis (proses pembentukan sperma) sensitif terhadap panas dan diperbarui dalam beberapa bulan, sehingga beberapa paparan berpotensi bersifat reversibel (dapat dipulihkan). Rokok dan alkohol adalah yang paling kuat dibuktikan. Panas pada testis masuk akal secara biologis dan telah diteliti; efek gelombang telepon genggam masih bersifat baru muncul (emergent) dan diperdebatkan. Setiap lembar informasi yang tertaut mencantumkan tingkat buktinya.
Lembar informasi paparan yang paling relevan
Kuesioner ini menyediakan profil "laki-laki" untuk menyasar pertanyaan yang relevan. Ini tidak menggantikan pemeriksaan spermogram.
Isi kuesionerBaca juga
Dimasukkannya suatu faktor tidak berarti faktor tersebut menyebabkan infertilitas: faktor ini termasuk salah satu hal yang perlu diperhatikan, tergantung tingkat buktinya.
Kembali ke semua panduanPembaruan konten terakhir: 14 September 2026